Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu
Kali ini saya akan merangkum artikel berita tentang ekspor di Indonesia, dan ini artikel beritanya.
Ekspor Lobster Dibuka & Dampak Virus Corona ke Perdagangan Baru Akan Terasa Februari
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia atau KNTI menanggapi rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan merevisi Peraturan Menteri KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia. Dalam revisi itu, Kementerian KP berencana mengubah aturan terkait penangkapan dan ekspor benih lobster.
Ketua Pelaksana Harian KNTI Dani Setiawan mengatakan, rencana pembukaan keran ekspor benih lobster itu harus didasari kepentingan kelompok nelayan kecil atau nelayan tradisional. “Jangan hanya berorientasi ke devisa. Kalau hanya menguntungkan kelompok tertentu, saya kira sama saja,” ujar Dani di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 17 Februari 2020.
Dani menyatakan bahwa selama ini nelayan kecil sudah menelan pil pahit akan adanya permen 56 tahun 2016, utamanya nelayan-nelayan di Pulau Lombok adalah pusat budidaya lobster terbesar di Indonesia.
__________________________________________________________
Pada tanggal 20 Januari beberapa negara mulai melakukan pengecekan suhu badan khususnya di bandara-bandara. Sehari berselang, virus Corona menyebabkan korban meninggal dunia. Selanjutnnya, pada 31 Januari 2020, WHO menetapkan darurat virus Corona. Suhariyanto juga memaparkan kronologis dari penyebaran virus Corona. Pada tanggal 31 Desember dilaporkan ada virus Corona dari Wuhan dan baru diidentifikasi pada 3 hingga Januari 2020.
“Dampak dilihat sesudah Imlek. Harusnya sudah tercermin satu Minggu ini. Karena yang kami sajikan sekarang sebulan terakhir,” ujarnya di Kantornya, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
Dia menuturkan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization baru mengeluarkan darurat Corona pada akhir Januari. Karena itu, perdagangan Indonesia pada keseluruhan Januari belum terlalu berdampak. BPS tidak menghitung secara detail angka dan realisai ekspor dsn impor perminggu.
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 870 juta pada Januari 2020. BPS mencatat ekspor nonmigas per Januari 2020 mencapai US$ 12,61 miliar atau turun 5,33 persen dibandingkan Desember 2019.
Segini saja rangkuman artikel beritanya,
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu